Logo 72 Tahun Indonesia Merdeka | Kemensetneg

Tidak terasa, pada bulan ini negeri kita tercinta Indonesia kembali merayakan kemerdekaannya yang ke-72. Umur yang terasa masih muda, namun sebenarnya sudah bisa dibilang tua bila dibandingkan umur negeri-negeri tetangga kita. Tapi naas, lahir lebih dulu tidak membuat kita lebih mapan dan dewasa. Bisa dibilang, kita masih tertinggal dari negeri sebelah, sebut saja Singapura. Negeri yang muncul dari aktivitas berani Bung Karno ini sudah melesat sangat jauh meninggalkan kita, baik dari sektor perekonomiannya, maupun sektor pendidikannya.

Hmm, bicara soal pendidikan, kita punya kenangan manis saat masa-masa perintisan dahulu. Kita sempat menjadi guru bagi negeri-negeri tetangga, Malaysia dan Singapura. Tapi kenangan manis ini tidak membuahkan harapan manis untuk dekade ke depannya. Kini pendidikan negeri sang guru tertinggal oleh kualitas pendidikan negeri sang murid.

Mengutip artikel berjudul ‘Rangking Pendidikan Negara-negara ASEAN’ oleh www.dw.com, kita bisa melihat betapa mirisnya posisi pendidikan Indonesia.

Ranking Pendidikan Negara-negara ASEAN

  1. Singapura
  2. Brunei Darussalam
  3. Malaysia
  4. Thailand
  5. Indonesia
  6. Filipina
  7. Vietnam
  8. Kamboja
  9. Laos
  10. Myanmar

Lebih nyelekit lagi, sumber lain justru menyebutkan berita berikut.

Atau berikut.

Miris banget rasanya, apalagi saat ini saya sendiri sedang berada dalam sistem, tepatnya menjadi seorang mahasiswa. Lagi-lagi saya bertanya, apa yang salah dengan sistem pendidikan kita? Pelajarnya kah? Sistemnya? Pemerintahnya? Menterinya? Atau Gurunya? Halah pusing.

Tidak Semua Sekolah Seperti Sekolahku Dulu

Biar bagaimanapun, sekolahku dulu SMP dan SMA Negeri 1 Margahayu terbilang mapan. Mapan dari banyak sisi, terutama masalah fasilitas pendidikan. Saya sangat senang sekali bisa merasakan sekolah dengan fasilitas pendidikan yang lengkap, mulai dari adanya perpustakaan dengan buku yang sangat lengkap, ruang kelas yang baik, kantin, masjid, toilet, hingga keberadaan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang beragam.

SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung.
SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung.

Sayangnya, tidak semua sekolah bisa memiliki fasilitas selengkap itu. Dan terkadang dengan fasilitas sebanyak itu saya pun masih merasa kekurangan sumber belajar. Serius!

Meski dipinjami buku seabreg buanyakk sekali, saya dan teman-teman masih saja merasa kekurangan. Buku yang banyak tidak menjamin kelengkapan sumber belajar yang dibutuhkan. Maka internet menjadi jawaban akhir dari semuanya. Banyaknya sumber referensi yang ada di internet membuat kami sangat membutuhkan keberadaanya. Maka tak salah, jika kami biasa membuka handphone kami meski saat belajar. Guru kami pun memaklumi, toh hal ini berdampak positif bagi kami.

Buku+Internet=Mantap | Lisensi vektor gratis dari Freepik.com

Yang saya pikirkan, bagaimana dengan sekolah-sekolah lain di luar sana?. Apakah mereka memiliki perpustakaan yang lengkap?

Jawabannya pasti tidak!

Kenapa?

Hah, jangankan sekolah di timur sana, sekolah lain yang jaraknya berbeda 10 KM dari sekolahku saja masih banyak yang tidak beruntung.

Saya Harap Ada yang Bisa Menggebrak

Sebenarnya saya memiliki harapan bisa menggebrak keadaan stagnan ini. Ingin rasanya menjadi pahlawan kepagian di bumi pertiwi ini, memerdekakan negeri sepenuhnya. Bisa menyelamatkan putra-putri bangsa agar kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan.

Hanya sayang, kalau saya yang menggebrak, rasanya bakal terlalu lama. Harapannya ada di antara Sahabat yang melakukan gebrakan terlebih dahulu.

Gebrakan apa? Jadi bingung nih kang!

Penasaran? Yuk perhatikan dengan seksama.

Web Pendidikan Bisa Menjadi Solusi

Membuat website pendidikan gratis bisa menjadi solusi cerdas bagi masalah pendidikan saat ini. Baik oleh swasta, pribadi, ataupun oleh pemerintah sendiri. Membuat website pendidikan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, yang sulit adalah bagaimana kita semua menggerakan hati untuk berbakti ikhlas pada negeri. Membangun kebutuhan sumber dan fasilitas belajar yang memang memiliki manfaat besar.

Kita butuh website pendidikan. | Lisensi vektor dari Freepik.com

Bukannya udah banyak tuh website pendidikan yang ada?

Yap sudah sangat banyak, hanya saja semua masih belum tergarap sesuai harapan. Dimulai dari program buku gratis BSE yang mandeg -pemerintah tidak lagi membeli hak cipta buku-buku baru-, program TV Edukasi yang gak berjalan baik, web rumah belajar yang gak jelas dan gak terkonsep isinya, web vidio pembelajaran yang masih terbilang mahal, hingga masih banyaknya sumber-sumber blog pembelajaran yang konten keilmuannya tidak akurat. Semua tidak memberikan dampak positif yang besar terhadap perkembangan pendidikan negeri ini.

Mengapa harus website?

Menimbang banyaknya pengguna internet di Indonesia, terutama dari kalangan remaja yang notabenenya berada di usia belajar, tentunya ini merupakan ladang terbaik untuk merangkul mereka ke dalam dunia pembelajaran yang mengasyikan. Tren menggunakan gadget dalam pergaulannya, bisa kita manfaatkan untuk menggiring mereka ke dalam sebuah dunia pendidikan dalam jaringan yang terkonsep.

Web pendidikan yang bagaimana?

Web pendidikan yang bisa menunjang pembelajaran anak-anak seluruh Indonesia. Web yang memberikan sumber ilmu yang akurat secara gratis dan bisa diakses melalui internet. Mau mereka di kota, mau di desa, asal mereka terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan adanya web pendidikan, anak-anak Indonesia bisa merdeka secara utuh, bisa menikmati ilmu pasti secara mudah dan tanpa keluar banyak biaya. Bayangkan saja, apakah anak desa mampu membeli buku pendamping yang harganya menjulang tinggi?

Haha, saya pun untuk membeli buku harus gak jajan beberapa lama… Haduh, ya ampun!

Mengerti bukan? Nah, untuk Sahabat semua yang memang punya niat membentangkan sayap kemerdekaan pendidikan Indonesia, baik pribadi, swasta, pemerinta, ataupun startup gak ada salahnya memilih membuat website pendidikan sebagai solusi. Toh gak susah-susah amat dalam pembuatannya. Meski sebenarnya membutuhkan modal yang tidak sedikit.

DumetSchool Bisa Menjadi Partner Perjuangan

Dalam pembuatannya, membuat website sebenarnya susah-susah gampang. Sulit bagi yang memang blank banget soal perkara website. Namun mudah dibuat karena pembelajarannnya mudah di dapat.

Berawal dari melakukan obrak-abrik google, eh gak nyangka bisa nemu sebuah kursus teknologi yang ada di pulau Jawa. Ini dia DumetSchool, tempat kursus teknologi yang menyediakan kursus membuat website. Hmm, menarik bukan. Banyak fasilitas yang disediakan. Coba deh kamu kunjungi langsung official websitenya di tautan berikut.

Masuk ke Beranda DumetSchool

Dengan mengikuti kursus membuat website, Sahabat jauh akan lebih mudah ketika ingin membuat sebuah web pendidikan. Baik web pendidikan yang besar ataupun cuma web kecil-kecilan. Toh kalau ilmu belum Sahabat miliki, jangankan bisa membuat web pendidikan yang besar, web kecil-kecilan pun sulit dibuat.

Internet Segalanya

Namun, dibalik mudahnya pembuatan website tersebut. Untuk bisa membuat website tersebut menjadi alat untuk memerdekakan pendidikan Indonesia, perlu banyak hal yang dilakukan berbarengan dengan penggarapannya. Pioneer ataupun pemerintah perlu juga memperhatikan bagaimana internet bisa masuk ke pelosok daerah, serta dihargai dengan biaya yang terjangkau semua kalangan, utamanya kalangan pelajar.

Sumber gambar: Freepik.com

Karena bagi program pengembangan website untuk memerdekakan pendidikan Indonesia, internet adalah segalanya. Tanpa jaringan internet yang meluas, program ini pun tidak bisa terlaksana.

Catatan


Author: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan "Kang Arsa". Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru...

One Reply to “Memerdekakan Pendidikan Indonesia dengan Web Pendidikan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *