Laptop ASUS akan Selalu Menjadi Teman Setiaku dalam Perjuangan Mengembangkan Blog

0Shares

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. 

Senang sekali, pada bulan kebahagiaan – bulan september – kali ini, pada akhirnya saya bisa kembali mencurahkan sedikit pikiran dan kata-kata saya pada blog tercinta ini. Setelah satu bulan kemarin saya sempat sibuk di sana sini mengurus kegiatan dan keperluan kuliah, serta fokus merintis pengembangan blog lainnya dengan topik isi konten yang berbeda dengan blog ini. Akibatnya saya hanya mampu menulis satu tulisan blog di bulan agustus kemarin, dilanjut dengan tulisan ini sebagai pos blog pertama pada bulan september. Jaah!

Tapi tenang, sebagai ganti rugi dari kegagalan saya menciptakan konten blog secara konsisten, pada tulisan ini saya akan mempersembahkan tulisan spesial tentang cerita perjuangan saya dalam membangun blog, serta bagaimana laptop ASUS selalu dan akan selalu menjadi teman setia saya dalam perjuangan tersebut. Dan lewat tulisan ini pun saya berharap banget Sahabat bisa turut mendapat inspirasi yang kemudian dapat diimplementasikan dalam aktivitas ngeblog produktif Sahabat.

Hmm, pokoknya spesial deh buat kaliah Sahabat Pembaca setia blog Tulisan Fadillah Arsa. Muach!

Sebelumnya nih kenalin, laptop/notebook kesayangan saya, teman setiaku sejak satu tahun yang lalu: ASUS EeeBook E202SA atau saya terbiasa memanggilnya dengan sebutan ‘Si Lepi’ dengan alasan untuk mempermudah penyebutan aja sih. Hehe.

Si Lepi ini telah berhasil menemaniku dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan senang saat berkarya dan dalam keadaan galau karena belum ada sang pujaan hati yang duduk di sampingku (yaelah…). Yang jelas, Si Lepi ini adalah laptop penunjang seluruh kebutuhan komputasi sehari-hari saya: kuliah, ngeblog, programming, browsing, chatting, ngedesain, dan lain sebagainya.

Pastinya saya punya alasan tersendiri menjadikan Si Lepi sebagai laptop kesayangan. Bak kucing kesayangan, sepatu kesayangan, jam tangan kesayangan, cewe kesayangan (ups!), atau barang kesayangan. Saya telah menganggap Si Lepi dengan kekurangan dan kelebihannya telah berhasil membantu saya dalam berkarya dan beraktivitas. Terutama di saat saya melakukan hobi saya yakni ngeblog.

Perjuangan saya dalam belajar ngeblog dan proses kerja membangun blog terbilang terjal nan melelahkan. Apalagi dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Saya cukup banyak meluangkan waktu dan pikiran saya untuk menyusun strategi agar ngeblog tidak lagi hanya sebatas penyalur hobi menulis belaka. Saya punya impian: seluruh blog yang sedang saya kembangkan itu bisa menjadi pengantar kesuksesan saya di dunia ini.

Mencurahkan Berbagai Pengalaman dan Ide Kreatif Lewat Blog ‘Tulisan Fadillah Arsa’

Pada tahun 2017 lalu, saya memutuskan untuk menggilas ketakutan saya dengan mulai memberanikan diri menyewa hosting berbayar dan domain mahal dot id. Yap, saya memutuskan untuk membeli domain fadillaharsa.id hingga kemudian memunculkan blog anak dengan alamat tulisan.fadillaharsa.id.

Terhitung sejak pembelian domain itu, saya selalu bercengkrama dengan Si Lepi di mana pun dan kapan pun saya berada dengan menuliskan pengalaman hidup saya dan beberapa ide kreatif pada blog. Hmm, yang pasti ketika ide muncul saja ya. Hehe. Karena terkadang ide itu sulit muncul, apalagi kalau pikiran sedang stress dan hati memikirkan si doi yang belum bisa saya temukan.

Wkwkw, lebay gak sih?

Untungnya, Si Lepi punya baterai yang cukup hebat karena bisa tahan 5 sampai dengan 10 jam tergantung pemakaian. Tapi yang jelas, dengan kekuatan baterai selama itu saya merasa nyaman karena gak perlu bolak balik ngecharge. Tapi perihnya, untuk menciptakan konten blog yang berkualitas, terkadang saya harus berjibaku dengan waktu selama baterai hidup. Lelah sekali memang. 🙁

Namun bagi saya, perjuangan itu tidak sia-sia. Di tahun pertama ngeblog, alhamdulillah banget saya bisa sukses memenangkan cukup banyak lomba blog dengan hadiah yang cukup menyembuhkan kepedihan perjuangan yang ada.

  Adakah yang menghambat saya saat membuat konten blog selama ini? 

Jika Sahabat bertanya demikian, maka harus saya katakan ‘ada’. Salah satu penghambat yang paling krusial adalah RAM SI Lepi yang hanya berkapasitas 2GB saja. Alhasil, saya terpaksa harus menggunakan sistem operasi linux. Dengan kata lain, saya harus rela melepas windows dengan software-software terbaiknya: CorelDraw, Movie Maker, Adobe Illustrator, dan Microsoft Office.

Menerbangkan Mimpi Lewat Blog ‘Bloger Indonesia’

Sebelum saya melangkah menjadi serious blogger, pada awalnya saya pernah bermimpi membuat blog sejenis wpbeginner namun dengan konten berbahasa Indonesia. Sempat juga mencobanya namun gagal.

Nah, di awal tahun 2018, pada akhirnya saya memutuskan untuk merintis dan mencoba menerbangkan mimpi itu kembali. Singkat cerita, akhirnya saya membuat blog blogerindonesia.com dengan segala strategi dan konsepnya. Dengan bersama Si Lepi, saya terus belajar mengembangkan blog berbasis produk yang menggunakan ajakan pembelian produk afiliasi sebagai pemasukan utamanya.

Inilah kenapa saya bangga sama Si Lepi, dengan adanya kombinasi hardware yang pas mulai dari one-piecce chiclet keyboard, touchpad yang luas, ASUS Sonic Master sampai dengan adanya teknologi layar yang baik, aktivitas belajar yang saya lakukan dengan mudahnya dilakukan.

Meski pada akhrinya sempat kecewa juga karena Si Lepi gak kuat melakukan editing vidio karena prosesornya masih ditenagai oleh intel celeron. Dan projek kembali terhambat pada bagian pembuatan vidio tutorial yang akan saya bagikan pada blog Bloger Indonesia tersebut. 🙁

Melampaui Ketidakmungkinan dengan Blog ‘Digidik’

Inilah saya, manusia yang terlalu ambisius dan dalam bekerja sering lompat-lompat gak jelas, meninggalkan projek sejenak projek yang telah berjalan, untuk memulai projek yang baru lagi.

Meski dapat dibilang blog Bloger Indonesia belum jadi sepenuhnya, dan bahkan belum dilauching secara official. Tiba-tiba secerca cahaya datang menghampiri saya. Membuat angan-angan saya terbang melampaui ketidakmungkinan. Dan pada akhirnya kembali membawa ide revolusioner yang menekan laju peredaran darah saya.

Entah dari mana ide itu datang. Saya pada akhirnya mengajak teman SMA saya untuk bekerja sama membangun sebuah web berbasis blog tentang bimbingan belajar online berbasis vidio. Namanya digidik, akronim dari digital pendidikan. Tepat pada bulan agustus kemarin, saya mulai bekerja ekstra untuk membangun blog dengan prospek kesuksesan yang sangat besar itu.

Hmm, sorry ya saya gak bisa menjelaskan secara rinci soal blog yang satu ini karena masih dalam tahap pengembangan. Takut aja ada yang nyuri ide saya. Hehe.

Dengan datangnya ide itu, udah pasti Si Lepi kena dampaknya pula. Sekarang ini Si Lepi jadi sering saya bawa-bawa ke mana-mana. Dengan bobotnya yang ringan, gak jadi masalah bagi saya untuk selalu membawanya untuk selalu saya gunakan membangun blog bimbingan belajar online vidio tersebut. Beruntung memang punya laptop yang mendukung mobilitas tinggi. Syukur Alhamdulillah.

  Si Lepi kali ini gak ada masalah kan? 

Nah! Wkwk jadi pingin ketawa. Lagi-lagi Si Lepi buat masalah. Meski udah bantu banyak, tapi dengan keadaannya yang tanpa fitur built in Touch Screen, saya kembali harus menunda projek tersebut terutama dalam masalah pembuatan vidionya. Karena saat di konsep bareng teman saya, konten vidio blog Digidik harus dibuat dengan menggunakan Layar Touch Screen atau menggunakan Pen Tab. Nah, dikarenakan saya belum punya uang untuk membeli salah satu diantaranya, maka apa boleh buat sekarang ini saya hanya bisa mengembangkan format blognya saja. Heuheu. 🙁

Mengisi Kesibukan dengan Mengelola Blog ‘Pangaweruh’

“Lompat… Lompat… Mari kita lompat….” – Isi lirik lagu senam ceria saat saya TK.

Entah terbawa suasana TK atau bagaimana. Akhirnya saya memutuskan untuk melompat kembali ke projek blog yang lain yang bisa dilakukan bersama Si Lepi tanpa ada masalah. Huh… Rumit memang ketika spek laptop masih begitu adanya, sedangkan ide dan gagasan udah berlari kencang melampauinya.

Nah, kerjaan saya saat ini disamping mengisi konten di blog Tulisan Fadillah Arsa adalah mengembangkan blog referensi pendidikan dengan konten hasil alih media dari buku BSE Kemendikbud. Yap, BSE telah legal untuk dialihmediakan sebagaimana kata pengantar yang tercantum di dalamnya.

Untuk nama blognya sendiri adalah pangaweruh.com. Nama tersebut diambil dari bahasa sunda ‘pangaweruh’ yang berarti pengetahuan. Keren bukan?

  Kalau yang satu ini saya sih yakin Si Lepi mau diajak kerjasama ya? 

Yoi! Untuk kali ini Si Lepi lagi bahagia karena gak kena marah lagi dengan alasan gak bisa menyokong perjuangan saya membangun blog. Hihihi. Soalnya sebelumnya saya sering maki-maki tuh Si Lepi sampe dia nangis-nangis gitu… (*sekadar gurauan).

Semua kegiatan baiknya mesti kita evaluasi secara berkala. Mulai dari tingkat keimanan rohani kita, tingkat kesehatan jasmani kita, capaian prestasi yang telah dilakukan, dan tidak lupa dengan pencapaian pembangunan blog yang telah dirancang sebelumnya.

Dalam pembangunan blog sendiri, sebenarnya saya telah merancang beberapa target sebagai berikut:

  1. Menulis konten kreatif di blog Tulisan Fadillah Arsa minimal satu minggu sekali.
  2. Menyelesaikan pengembangan blog Bloger Indonesia pada akhir Agustus 2018.
  3. Blog Digidik mulai digarap secara bertahap dari tahun ajaran 2018-2018.
  4. Menyelesaikan pengembangan blog Pangaweruh pada bulan Januari 2019.

Namun poin kesatu hingga ketinga, kenyataan yang terjadi jauh berbeda dengan rancangan tersebut. Saya gagal mencapai rancangan target tersebut.

So, udah pasti saya harus melakukan evaluasi atas kegagalan itu. Nah, dari evaluasi yang telah saya lakukan. Ternyata ada beberapa hal yang menjadi kendala utama dan erat kaitannya dengan keberadaan laptop yang belum menunjang sempurna.

  1. Kesulitan membuat konten vidio tutorial Bloger Indonesia dikarenakan Si Lepi tidak kuat melakukan editing vidio.
  2. Kesulitan membuat konten vidio bimbingan belajar dikarenakan Si Lepi tidak memiliki fitur touchscreen.
  3. Pembuatan konten kreatif di Tulisan Fadillah Arsa sedikit terhambat dikarenakan spek Si Lepi terlalu minimalis. Tidak dapat memasang software-software populer (*saat ini software populer memiliki kriteria minimum RAM 4 GB dan prosessor generasi dengan codename ‘i’).
  4. Semangat membuat konten berkurang karena Si Lepi tidak memiliki desain yang modern layaknya laptop-laptop masa kini. Mood suka jelek gitu… karena ngiri dengan tetangga yang punya laptop lebih kece.

Hufff. Ternyata benar juga kata orang, bahwa keadaan laptop sangat menunjang dan berpengaruh banget pada tingkat produktivitas para konten kreator termasuk bloger. 🙁 Pastinya, saya harus menemukan solusi dari semua masalah ini. Semangat untuk diriku!!!

Untuk menemukan solusi yang tepat, perlu usaha yang hebat. Pada akhirnya saya coba cari beberapa jenis laptop yang mungkin bisa menutup kekurangan Si Lepi supaya saya lebih produktif dan efektif lagi dalam mengembangkan semua blog milik saya.

Singkat cerita, akhirnya saya menemukan satu laptop yang memikat hati saya. Yeay! Kayaknya sih ASUS Vivobook Flip TP410 yang bakal jadi penerus Si Lepi.

Tipis dan Ringan Kayak Si Lepi

Seperti halnya Si Lepi, soal ukuran laptop yang tipis dan ringan adalah kunci utama mobilitas yang saya perlukan untuk bekerja kreatif mengembangkan blog. Maka kriteria tersebut harus saya pikirkan dalam memilih laptop penerus SI Lepi.

Nah untuk ASUS VivoBook Flip TP410 sendiri hanya berbobot 1,6Kg saja. Dan pastinya juga tipis hanya 1,92cm saja. Spesifikasi inilah yang membuat saya terpikat dengan laptop tipe ini karena udah pasti bakal mendukung saya dalam beraktifitas mengembangkan blog semisal Si Lepi.

Tahan Lama Kayak Si Lepi

Entah, hati ini begitu terpaut dengan Si Lepi. Saya sangat menyayanginya meski terkadang bikin bete dan stress karena sering menghambat projek blogku. Saat mencari calon penerus Si Lepi, saya selalu memerhatikan spesifikasi kualitas daya tahan baterai yang dimiliki. Untungnya, ASUS Vivobook Flip TP410 ini justru memiliki teknologi yang lebih canggih ketimbang Si Lepi.

ASUS Vivobook Flip TP410 ini telah dibekali dengan teknologi ASUS Battery Health Charging yang membantu melindungi daya tahan baterai. Artinya, jika saya memilih laptop tipe ini, saya gak perlu lagi memikirkan ketakutan minimnya masa hidup baterai hingga harus menggantinya.

Bisa Diajak Kembali ke Windows dengan Berbagai Software Hebatnya

Nah ini yang bikin saya bahagia. ASUS VivoBook Flip TP410 telah dibekali dengan OS Windows 10. Yepee! Tentu saya merasa bahagia karena saya gak perlu repot-repot lagi beli Windows 10 di luar built-in, dan yang pasti saya bisa lagi memakai software-software Windows semisal CorelDraw, Adobe Illustrator, Microsoft Office, dan Movie Maker. Hehe.

Oh ya, adapun saya juga gak usah lagi memikirkan ‘apakah laptop ini kuat dipasangi software populer yang notabenenya memiliki spek minimum yang terbilang tinggi’. Tergantung sub-tipe yang akan kita beli, ASUS VivioBook Flip TP410 ini telah dibekali prosessor hingga Intel CPU Core i7, RAM hingga 8GB DDR4 2133MHz, HDD hingga 1 TB, dan VGA hingga NVIDIA GeForce 930MX. Wuihh mantap abis kan?

Kebayang tuh, kalau laptop ini akhirnya bisa meneruskan perjuang Si Lepi, udah pasti tuh kreatifitas saya dalam mengembangkan blog akan lebih baik lagi karena ditopang hardware yang hebat. Hoho!

Cocok dan Nyaman Buat Vidio Editing

Nah, untuk masalah kenyamanan saat membuat vidio tutorial Bloger Indonesia sekaligus membuat vidio bimbingan belajar online digidik. ASUS VivoBook Flip TP410 ini tidak perlu diragukan lagi. Hmm, bagaimana tidak, dengan adanya fitur tampilan NanoEdge dengan layar yang udah Full HD, slim bezel, plus 178 derajat wide-view technology. So udah pasti, kenyamanan dalam membuat vidio dengan vidio editing bisa saya dapat.

Eh iya, ini nih yang saya bilang keren. Saya suka ngiri nih liat laptop temen yang udah dilengkapi dengan slim bezel. Entah, bagus-bagus gimana… gitu. Gak sabar nih bisa ikut-ikutan keren nan kece juga. Hihihi. 🙂

Bisa Jadi Empat Mode Display Kerja + TouchScreen

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa saya membutuhkan laptop dengan fitur touchscreen untuk dapat membuat vidio bimbingan online blog Digidik. Coba lihat deh gambar di atas. Dengan adanya empat mode display kayak gitu plus udah pasti ada fitur touchscreennnya. Saya bakal dengan mudah lanjutkan membangun blog Digidik.

Semoga saja secepatnya bisa launching ya. Aaamiin.

Harga Kelas Mahasiswa

Ngomongin beli laptop baru, yang banyak dikhawatirkan dari manusia-manusia seperti saya yang masih mengandalkan kiriman uang orang tua ditambah sedikit jerih payah sendiri adalah harga. Bener ga, pasti di dalam hati kalian berbicara ‘ah percuma laptopnya punya spesifikasi bagus, kalau toh harganya mahal, pasti gak akan bisa kebeli’.

ASUS VivoBook Flip TP410 ini saya bilang punya harga yang spesial. Hmm, harganya masih dalam kelas mahasiswa. Coba tebak berapa harganya?

Jika melihat pada data asus.com, laptop ASUS tipe ini bisa kita dapatkan dengan harga mulai dari Rp 6.899.000 hingga Rp13.599.000 bergantung pada sub-tipe yang kita pilih. Yeay! Masih bisa kekejar kan?

Nah, dengan adanya beragam masalah yang saya dapati dari Si Lepi hingga membuat saya kurang produktif dalam mengembangkan blog dan bahkan hingga banyak target saya gagal tercapai, maka saya meyakini dari hati bahwa saya harus secepatnya mengganti laptop saya, eh maksudnya mencari penerus Si Lepi. Semoga saja di tahun 2018 ini bisa terlaksana.

Maka dari itu, saat ini saya telah memasukkan ‘mengganti laptop’ dalam to do list saya di tahun 2018 ini. Saya punya harapan bisa membeli laptop ASUS VivoBook Flip TP410 lantaran saya suka dengan fitur-fiturnya sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Nah, untuk bisa mencapainya. Maka dari itu saya pun harus memasukkan program menabung dalam to do list saya di tahun ini. Yap, karena hanya dengan menabunglah saya (*kamu juga) bisa menyisihkan sebagian uang kita untuk membeli barang-barang yang diinginkan (*orang tua saya gak bisa membelikan laptop tersebut soalnya 🙁 , tapi gak apa, saya harus tetap optimistis!).

Mungkin sekian dulu tulisan saya pada pos ini. Sekali lagi, saya sangat berharap Sahabat semua bisa ikut terinspirasi dari tulisan dan cerita saya di atas. Salam bloger!

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah. 

Gambar fitur pada tulisan ini merupakan foto koleksi pribadi penulis dan hasil olah desain grafis menggunakan software Inkscape.

Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis, serta sumber-sumber referensi di bawah ini.
  • https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-VivoBook-Flip-14-TP410UR/
  • https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-VivoBook-Flip-14-TP410UA/
  • https://www.uniekkaswarganti.com/2018/08/asus-laptopku-blogging-competition.html

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.

#ASUSLaptopku #2018GantiLaptopASUS

0Shares

Muhammad Fadillah Arsa

Kreator Konten Daring dan Programmer. Bloger Bandung. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Padjadjaran. Hubungi saya melalui email arsabandung@gmail.com . Selengkapnya di www.fadillaharsa.id

Mungkin Anda juga menyukai