Assalamu’alaikum.wr.wb. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

Hari ini tanggal 15 Agustus 2017, alhamdulillah pada hari ini saya diberi waktu luang kembali sehingga bisa menyempatkan diri menulis di blog ini, setelah kemarin-kemarin saya disibukkan dengan tugas ospek kuliah, huff. Tepat dua hari lagi, kita akan merayakan hari kemerdekaan bangsa kita. Hari yang begitu indah, karena kita masih bisa hidup bahagia tidak terjajah di negeri sendiri. Aku bersyukur atas nikmatmu ya Allah.

Sumber gambar: novelrw.com

Gimana persiapan peringatan tujuh belasannya? Sudah pasang bendera merah putih depan rumah? Sudah pergi ke tukang urut supaya bisa menang lomba panjat pinang?

Haha, seru banget ya memeriahkan hari kemerdekaan negara ini.

Bahagia atau Sedih?

Tapi, sayang nih teman, ada saatnya kita bahagia karena kita masih bisa hidup merdeka di tahun ini. Tapi, ada kalanya kita ataupun saudara-saudara kita justru sedih bukan main?

Lah dalah, sedih kenapa? Cum-cum-cum, sini saya kasih balon.

Gini teman, gak disangka banyak saudara sebangsa kita yang justru sedih ketika menemui perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Bukan karena takut kalah lomba, bukan juga karena mereka adalah keturunan penjajah.

Sumber gambar: hanyatauaja.com

Tapi karena sedih, di ulang tahun dekade ke-7 bangsa ini, masih banyak orang yang terlunta-lunta mencari pekerjaan. Hidup bak pedagang asongan, memperlihatkan ijazah SMP/SMA untuk bisa bekerja, menghidupi keluarganya. Naas.

Jangan Sampai Harus Dijajah Teknologi

Di perkotaan sana, seperti halnya di kota tempat saya tinggal, Bandung. Banyak orang yang terpaksa masuk ke ruang penjajahan teknologi. Hmm, menarik.

Banyak masyarakat kita yang hidup memiskinkan diri sendiri. Makan susah, minum susah, mandi susah, ngontrak susah, beli buku gak bisa. Sedangkan hidup bergaya seperti orang kaya. Hp android, kuota maksimal, tiap hari selfie-selfie sendiri, dikit-dikit harus naik ojek online, suka kredit motor mewah, plus males cari kerja. Haduh, ini yang saya kira tidak sedikit masyarakat kita yang hidup terjajah teknologi.

Virus Selfie adalah Salah Satu Bentuk Penjajahan Teknologi. | Sumber gambar: frepik.com

Memiskinkan diri sendiri cuma karena ingin tampil keren dengan teknologi.

Kita Perlu Memanfaatkan Teknologi

Banyaknya bukan main juga, orang yang berhasil meraih kesuksesan dengan memanfaatkan keberadaan teknologi sebaik mungkin. Dari mulai tukang angon bebek, pengangguran tamatan SMP, hingga anak kuliahan dengan segudang ilmunya. Dibalik banyaknya orang yang terjajah teknologi, banyak pula orang yang hidup sukses dengan teknologi. Di saat banyak orang beruang mencari pekerjaan di perusahaan, mereka justru keenakan kerja selingan di rumah, tapi hasilnya cukup memuaskan.

Sebut saja Mas Eka Lesmana, seorang tukang angon bebek lulusan SMP yang behasil memperoleh ratusan juta per bulan dengan memanfaatkan teknologi ngeblog. Atau Mas Sugeng, seorang pengangguran tamatan SMP yang berhasil membeli motor dan lain-lain dengan memanfaatkan blog marketing. Atau Achmad Zaky, seorang sarjana lulusan ITB yang berhasil kaya mendadak dengan menciptakan bukalapak.com. Atau tetangga kamu sendiri yang hidup sukses dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi lain seperti peyedia jasa design, tukang service alat elektronik, atau cuma tukang jualan pulsa. Haha.

Dari berbagai contoh tersebut, kita tinggal memilih, apakah kita ingin terjajah atau justru meraih sukses?

Hidup Mapan Merdeka Secara Instan

Ada banyak peluang kerja yang bisa kita dapatkan secara instan hanya dengan menguasai teknologi. Salah satunya adalah teknologi komputasi. Teknologi komputasi adalah teknologi dengan prospek kerja yang sangat luas, namun sangat mudah untuk dipelajari.

Haha Mie Instan, I Like It. | Sumber gambar: hallosehat.com

Tapi saya tidak menjamin dengan Sahabat belajar teknologi komputasi, keesokan harinya Sahabat bisa membeli rumah mewah dua lantai. No! No! No! Semua butuh perjuangan dan kerja keras yang hebat. Gak ada ilmu yang bisa menghasilkan uang seinstan menyeduh mie instan. Doa dan usaha gak akan membohongi hasil. Percaya!

Bidang Keilmuan Teknologi Komputasi dan Prospek Kerjanya

Hmm, daripada saya ngoceh melulu soal besarnya prospek kerja pemilik ilmu komputasi. Berikut saya tuliskan beberapa bidang keilmuan teknologi komputasi yang mudah dipelajari dan prospek kerjanya.

Teknik Komputer : Service Komputer, Service Software Komputer, Jual Beli Komputer, Operator Komputer.

Desain Grafis : Jasa Desain (Spanduk, Kartu Nama, Desain Kartun, dll.), Freelance Designer.

Webmaster : Jasa Pembuatan Website, Jasa SEO, Jasa Pembuatan Blog, Web Marketing, Blogger, Operator Web.

Web Design : Jasa Desain Website/Blog, Jualan Web Design di Themeforest.

Umum : Pedagang Alat Komputasi, Marketing Penjualan Alat Komputasi, Pegawai di Perusahaan Teknologi, Jasa Pembuat Artikel.

Dan lain sebagainya, yang pasti semua pekerjaan itu sangat dibutuhkan di mana-mana, apalagi jika memang kita professional di bidangnya.

Dapet Ilmu Tanpa Harus Kuliah

Banyak yang menyangka kalau untuk bisa dapet ilmu komputasi sebanyak itu harus dengan berkuliah. No! No! No! Sekali lagi No! No! No! Dapet ilmu komputasi sebanyak itu bisa Sahabat dapatkan dengan mengikuti kursus. Ada banyak tempat kursus yang menyediakan kursus membuat website, kursus jago web design, kursus jago desain grafis, dan lain-lain. Dan harga yang ditawarkan tidak semahal dan sesulit berkuliah.

Diolah dengan lisensi gratis freepik.com

Cukup belajar 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan, bahkan cuma 1 bulan, Sahabat sudah bisa mencari pekerjaan berbekal kemampuan hasil latihan di tempat kursus. Menarik bukan?

Rekomendasi Tempat Kursus

Berbahagialah kamu yang tinggal di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat. Kenapa? Karena di daerah Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok ada sebuah lembaga kursus ilmu komputasi (Web Master, Web Programming, Digital Marketing, dan Graphic Design) yang sudah terkenal akan kecakapannya dalam melatih peserta kursus. Namanya DumetSchool. Disana kamu bakal diajari secara baik dengan jadwal kursus yang fleksibel, sampai bisa. Wau!

Penasaran dengan kursus yang satu ini? Yuk dibuka websitenya: DumetSchool

Aduh, jauh banget kang! Rumah saya di Yogyakarta.

Hmm, soal itu Sahabat bisa akali dengan kost di daerah kursus, ataupun mencari tempat kursus lain yang memiliki kualitas yang sama baiknya. Sip?

Ada Tuhan di Balik Semua

Ada Allah di Balik Semua. | Sumber gambar: freepik.com

Semua harus percaya kalau ada Tuhan di balik setiap tantangan kehidupan ini. Ingat mas broh mba broh, kalau Allah (karena agama saya Islam, saya katakan Allah saja ya, biar enak) tidak akan membebankan tantangan melebihi kemampuan kita bisa memikulnya.

So, pastikan Sahabat tetap setia menjalankan ibadah kewajiban dan jangan lupa juga panjatkan do’a agar Sahabat dimudahkan dalam mencari ilmu.

Segala puji bagi Allah. Assalamu’alaikum.wr.wb.


Penulis: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan “Kang Arsa”. Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *