Assalamu’alaikum.wr.wb. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

Pada tahun 2012, saya sungguh beruntung, saya diikutsertakan dalam kegiatan Kemah Hijau Nasional oleh sekolah saya tercinta, SMP Negeri 1 Margahayu Kabupaten Bandung. Entah gimana ceritanya, tiba-tiba sekolah mengubah daftar delegasi untuk kegiatan ini yang berjumlah 2 orang putra dan 2 orang putri. Dari yang awalanya delegasi merupakan anak-anak pintar disertai dengan anak-anak guru sekolah, berubah menjadi empat sekawan anak pramuka. Hmm, denger-denger sih karena sekolah takut kalau kegiatan ini mengharuskan delegasinya membuat tenda.

Cahyo Nugroho, Ditya Nur Oktaviani, Hana Putri Devita, dan juga saya adalah delegasi yang resmi diberikan mandat oleh sekolah menjadi Duta Lingkungan sekaligus menjadi delegasi peserta Kemah Hijau Nasional 2012. Salah satu kebanggaan bagi saya bisa mengikuti kegiatan sebesar dan semeriah ini, toh peserta kegiatan ini adalah sekolah-sekolah SMP dan SMA sederajat yang memiliki gelar sekolah Adiwiyata Nasional. Kebetuhan sekolahku baru saja mendapat penghargaan itu.

Datang Sebagai Seorang Pramuka

Karena empat orang kiriman sekolah ini adalah anak pramuka, dan sekolah pun menegaskan untuk bersiap menghadapi dunia perkemahan, yang katanya sih harus memiliki kemampuan kepramukaan yang bagus. Otomatis saya dan kawan-kawan pun mempersiapkannya dengan matang. Mulai dari belajar mendirikan tenda, dan mulai mengemasi barang-barang yang dirasa perlu dibawa. Cukup banyak memang barang yang dibawa, tenda aja udah bawa 2, dan tenda yang dibawa adalah tenda konvensional yang masih harus memakai tongkat pramuka sebagai patok. Hmm, seru juga…

Setelah semuanya siap, kami pun berangkat ditemani seorang guru pembimbing memakai bus sekolah. Berangkat menuju Taman Safari Indonesia – Bogor sebagai lokasi tujuan.

Keberuntungan

Hmm, sebenarnya ini bukan sebuah keberuntunga, tapi adalah takdir Allah yang menjadikan saya bisa sangat bahagia. Bahagia? Ya, dimulai dari keberangkatan dengan kaos duta lingkungan baru, ditambah diberi makan enak saat diperjalanan, hingga keadaan kemah yang ternyata jauh diluar dugaan.

Guru pembimbing kami yang pada awalnya memasukkan anaknya sebagai peserta, mungkin kecewa berat, karena ternyata eh ternyata di lokasi kemah, semua telah disediakan. Mulai dari tenda kemah yang tinggal pake, dilengkapi sleeping bag, dan juga makan yang terjamin. Haha, syukur-syukur.

Mendapat Teman Baru

Baru kali itu saya mengikuti kegiatan nasional yang membebaskan setiap pesertanya saling berkomunikasi. Hmm, ada banyak sekali siswa yang berasal dari daerah luar jawa. Ada yang dari riau, makassar, dan lain sebagainya. Inilah kali pertama saya bisa mendapatkan teman baru yang berbeda suku dan berbeda daerah asal.

Saat itu saya mendapatkan teman baru, 3 diantaranya kebetulan satu kemah, bernama Khaerunnas dari Makassar, Fadil dari Makassar, dan juga Arif dari Riau. Khaerunnas masih anak-anak, SMP kelas 1, sedangkan saya sendiri sudah SMP kelas 2. Fadil kelas 3 SMP, dan Arif sudah SMK. Hmm, emang agak sial juga, saya masih bisa dibilang bocah saat ikut kegiatan ini. Haha, gak bisa banyak tingkah karena masih malu-malu.

Saya sendiri sangat dekat dengan Kaerunnas, karena cuma dia yang masih setipe dengan saya, masih kanak-kanak. Ngomong-ngomong dia itu sering minjem handphone saya. Hadeuh, masih kaya anak SD banget pokoknya, tapi seru juga kok.

Khaerunnas, bagaimana kabarmu sekarang? Kok di sms gak dibales mulu. Hehe, mungkin dia udah ganti nomor kali ya…

Dapet Sial di Awal

Meski kesuluruhan saya bahagia di sana, tapi gak semua senang, ada sedihnya juga. Sedihnya baru datang lagi. Aduh! Hari pertama, saya gak kebagian tempat untuk tidur di tenda. Ya gimana bisa muat, 1 tenda diisi sama 5 orang. Temennya anak SMK dan anak-anak gede lagi. Ya gak muat lah. Alhasil untung ada si Cahyo yang mau nemenin saya tidur pakai sleeping bed beralaskan tanah, beratapkan terpal. Udah semi gembel jalanan. Haha.

Kegiatan Saya Selama Mengikuti Kegiatan

Berhubung kegiatan ini bertemakan lingkungan, ditambah lokasinya pun di Taman Safari Indonesia, hampir semua kegiatannya berbasis lingkungan.

Dimulai dari menjelajah. Saat pertama sampai di lokasi, kami melakukan registrasi ulang di meja daftar ulang. Setelah itu, kami langsung diajak menuju ke lokasi perkemahan. Bukan dengan mobil ataupun kendaraan lainnya, tetapi dengan berjalan kaki melalui hutan belantara. Hmm, ngelewatin trek gitu. Ini adalah pengalaman yang paling seru karena saya sendiri sangat suka hiking ataupun jalan-jalan di alam ria nusantara. Hehe. Berhubung saya anak Pramuka, diperjalanan saya melakukan beberapa hal yang cuma bisa dilakukan anak pramuka, seperti nyanyi-nyanyi lagu pramuka, juga menirukan suara monyet dengan bantua daun, ayo siapa yang bisa?

Banyak Makan. Yang saya suka dari kegiatan kemah ini adalah makanannya. Waduh gak salah dinamakan kemah hijau tingkat nasional. Makanannya mantap abis. Serasa makan di restoran selama 3 hari. Wkwkw. Sampai-sampai si bu guru pendamping yang udah beli nasi bungkus mahal di jalan pun ngebuang tuh nasi bungkus, karena gak tau siapa yang mau makan. Disana banyak makanan. Haha.

Nyari Katak. Saya lupa hari ke berapa, pokonya kegiatan ini dilakukan pada malam hari. Seru? Kalau grup lain katanya sih seru karena dapet banyak katak. Kalau grup saya berhubung nyari kataknya di tempat yang gak ada kataknya, jadi cuma dapet 3 atau 4 katak. Setelahnya, kita dikasih materi tentang katak, dan juga perbedaannya dengan kodok. Unik juga kan?

Jalan-jalan di taman safari. Ini nih yang paling berkesan selama di sana. Di hari ke-dua saya banyak belajar dari pengurus Taman Safari Indonesia, mulai dari cara pembuatan briket kotoran sapi, pembuatan kertas daur ulang dari kotoran gajah, terus main ke kandang gajah, nonton pertunjukan lumba-lumba, nonton pertunjukan motor trail, dan juga jalan-jalan di kandang burung.

Ketemu dan bersalaman dengan pak menteri. Haha, pas mau ada acara seminar dengan pak menteri lingkungan hidup, sebelumnya kan pak menteri dateng dengan para petinggi TSI, dan pejabat lainnya. Saya dengan cepat langsung nyerobot kerumunan dan minta salaman dengan pak menteri. Hmm, pengalaman pertama salaman dengan pejabat tinggi negara. Di akhir acara seminar, saya sempat berfoto dengan pak menteri bersama anak-anak peserta dari ranting Jawa Barat. Tapi sayang, saya sendiri gak punya fotonya karena guru pendamping saya lupa nyimpen fotonya dimanan. Halah, sayang banget.

Acara Perpisahan. Meskipun gak ada acara pertemuan, tapi untungnya penyelenggara mengadakan acara perpisahan. Di acara itu, ada acara yang mempersilakan setiap perwakilan provinsi menampilkan pertunjukan khas daerahnya. Nah, untuk saya sendiri, dikarenakan saya merupakan peserta dari ranting Jawa Barat, saya dan kawan-kawan menampilkan lagu pileuleuyan yang berisikan makna perpisahan. Simple!

Sebuah Kenangan Manis

Rasanya gak ingin pulang sih dari kegiatan itu. Karena banyak sekali hal-hal manis yang bisa saya ambil dan jadikan pelajaran berharga. Rasanya masih butuh satu minggu lagi untuk bermain bersama kawan-kawan di sana. Tapi ya gimana lagi, setiap kegiatan pasti ada akhirnya. Saya harus berpisah dengan kawan-kawan baru di sana, dan harus kembali menemui kawan lama di Bandung, dan membagikan pengalaman menarik ini kepada mereka.

Semoga bermanfaat. Segala puji bagi Allah. Assalamu’alaikum.wr.wb.


Penulis: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan "Kang Arsa". Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *