Merintis Startup Pendidikan Digital bernama Digidik

Kelas WordPress

Alhamdulillah, pada tahun ini progress proyek rintisan untuk menjadi startup milik saya berjalan cukup baik. Bulan ini, proyek tersebut mulai saya munculkan kenalkan ke masyarakat dengan satu fiturnya. Yap, saat ini saya sedang merintis startup pendidikan digital bernama Digidik.

Digidik yang merupakan akronim dari Digital Pendidikan akan salah satu karya impian saya. Saya berharap, Digidik akan menjadi salah satu platform belajar online yang akan banyak digunakan oleh pelajar Indonesia.

Gambar di atas adalah tampilan beranda Digidik saat ini. Masih cukup simple karena baru beberapa fitur saja yang berhasil dibangun. Hmm, ternyata benar apa kata orang kalau memulai merintis startup cukup sulit. Hal itu mulai terasa, ketika harus mengorbankan beberapa waktu untuk mengurusi si Digidik ini jahaha.

Yang pasti, karena Digidik ini juga kegiatan blogging saya mulai terhambat. Memang pilihan yang cukup berat: Ngurus Digidik atau Ngeblog. Dengan berat hati, sementara kegiatan blogging mulai saya kurangi. Paling-paling saya akan ngeblog untuk mengikuti lomba blog. Tunggu saja haha.

Berawal dari Mimpi

Semua yang kita lakukan saat ini adalah hasil dari perjuangan dari mimpi dan harapan di masa lalu. Semua ini memang berawal dari mimpi dan harapan. Sejak SMP hingga saat ini, cita-cita saya bukanlah menjadi seorang programmer atau ahli IT. Hmm, lalu apa? Mungkin kawan-kawan dekat saya semua mengetahui, kalau cita-cita saya adalah menjadi seorang pengusaha. Yap, cita-cita itu terus saya jadikan sebagai bagian dari identitas saya. Dimulai dari terjun ke bidang ekonomi meski anak IPA, mengikuti seminar enterpreneur, dan masih banyak hal lainnya.

Hingga pada tahun 2018, saya menemukan seorang partner yang cukup klop, Afrizal Wahyu Sentosa. Teman satu SMP, satu eskul Pramuka, satu ekskul Rohis SMA, dan teman yang sama-sama terjun dalam dunia aktivis dakwah kampus.

Maka hadirlah “digidik” dengan nama, konsep, logo, dan segalanya hasil buah pemikiran kami berdua. Hasil diskusi panjang, pertemuan di sana sini, dan hasil mengumpulkan solusi dari beberapa permasalahan pribadi dan masyarakat 🙂

Dua Tahun Perjalanan

Domain digidik.id sendiri telah saya sewa sejak Agustus 2017. Di twitter, saya kukuhkan tanggal 17 Agustus 2018 sebagai awal dimulainya perjalanan Digidik. Tanggal itu saya pilih untuk menciptakan rasa semangat yang bergelora bak perjuangan para pahlawan memerdekakan bangsa Indonesia.

Selama satu tahun hingga 2019, digidik hanya bisa berkembang merayap. Saya dan Afrizal hanya mampu merumuskan konsep global, membuat nama “digidik”, logo, dan rancangan-rancangan digidik ke depan.

Dan mulai Juli 2019, kami memutuskan untuk bergerak merintis pembuatan produk. Dengan target utama didapatkannya modal dari sistem crowdfunding untuk mendanai produk terbesar kami: vidio belajar gratis. Cukup keras memang tantangan di tahun 2019, kesibukan saya dan Afrizal di lembaga dakwah kampus membuat roda berputar tidak sesempurna sebagaimana mestinya. Hmm, Allah lah sang pemilik ketetapan hasil. Mungkin saat itu Allah belum memberikan kesempatan sesuai dengan yang direncanakan. Digidik hanya bisa merekrut 4 guru untuk mulai membuat vidio pembelajaran dengan modal berdua, hasil menyisihkan sebagian uang jajan heuheu.

Tantangan yang Dihadapi

Jika saya list satu per satu tantangan yang dihadapi selama mengurus digidik, tentu sangatlah banyak. Mengurus digidik berarti mengurus rintisan startup. Mengurus digidik berarti mengurus usaha. Artinya, setiap tantangan yang dihadapi benar-benar sama persis yang kubaca tentang tantangan-tantangan mendirikan usaha/perusahaan.

Mungkin tidak akan saya paparkan dengan rinci di sini, biarlah itu menjadi kisah pribadi saya yang akan aku bagikan jika digidik sukses di kemudian hari. Tapi yang jelas, semua itu berkaitan dengan keuangan, permodalan, waktu, kepemimpinan, kemampuan pengembangan aplikasi, inovasi, tanggung jawab, semangat, kemampuan kolaborasi, dan juga manajemen usaha.

Tapi itulah merintis usaha. Sama persis dengan teori-teori yang tersebar di buku dan internet. Sama persis dengan apa yang dikatakan oleh para pengusaha di seminar-seminarnya. Yeay.

Tahun Ini sebagai Permulaan

Cukup banyak rintangan memang di tahun 2019. Gagalnya proses pembuatan vidio pembelajaran benar-benar memberikanku banyak insight dan pembelajaran berharga. Yap, ini adalah tantangan untuk menganalisa setiap kelemahan yang ada. Tahun ini, tahun 2020, aku niatkan sebagai awal dari permulaan kesuksesan digidik. Pengalaman, semangat baru, hingga pembelajaran dari kegagalan di tahun sebelumnya semoga saja bisa menjadi penyokong.

Sebagai tonggak awal permulaan itu, bulan ini digidik baru saja menggaungkan satu fiturnya, tryout gratis.

Tryout yang dipublikasi adalah tryout persiapan menghadapi UTBK SBMPTN Tahun 2020. Tryout ini diproyeksikan sebagai pengenalan awal Digidik ke masyarakat. Sebelum 6 bulan ke depan, saya berharap Digidik sudah bisa melesat berkembang dengan cepat. Aamiin.

Mohon doa dan dukungannya ya kawan-kawan 🙂

0Shares

Muhammad Fadillah Arsa

Kreator Konten Daring dan Programmer. Bloger Bandung. Founder Forum Bloger ID. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Padjadjaran. Hubungi saya melalui email arsabandung@gmail.com . Selengkapnya di www.fadillaharsa.id

Mungkin Anda juga menyukai