Gambar oleh Lorraine Chittock.

Di setiap kota, selalu terdapat banyak objek yang mengingatkan kita bahwa manusia bukanlah satu-satunya penduduk bumi. Semua itu dibenarkan terutama di Kairo, sebagian besar berkat adanya kucing, yang tampak selalu bersama mereka dimanapun. Dan mereka (bangsa mesir) telah melakukan hal itu di Mesir sejak zaman Fir’aun, yakni ketika mereka dimumifikasi dan dikebumikan secara masal, dan sejak sang dewi digambarkan sebagai singa betina, yang kemudian dianggap sebagai kucing lokal. Kucing selalu tampak di setiap ikonografi, puisi, dan literatur mesir selama berabad-abad hingga zaman modern.

РLorraine Chittock www.CairoCats.com

Sumber

Tulisan ini merupakan terjemahan dari artikel FirtsLook: Cairo Cat, Majalah AramcoWorld.
http://www.aramcoworld.com/en-US/Articles/July-2017/FirstLook-Cairo-Cat


Penulis: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan "Kang Arsa". Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru...

One Reply to “Pandangan Pertama: Kucing Kairo”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *