Assalamu’alaikum.wr.wb. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

Benar-benar gak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Pantes saja para dai bilang kalau kita hidup di dunia ini hanya beberapa jam saja. Kayaknya baru kemarin saya masih imut-imut main di Taman Kanak-Kanak, eh tiba-tiba udah kumisan dan jenggotan lagi.

Alhamdulillah di tahun ini saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi di tingkat perkuliahan. Kebetulan saya berhasil masuk ke jurusan Teknik Informatika Universitas Padjajaran (Unpad) ‘Universitas kelas dua dibawah ITB’, Jawa Barat lewat jalur SNMPTN 2017. Dan bersyukur banget karena Allah masih memberi rezeki yang cukup kepada kedua orang tua saya, sehingga saya masih bisa menerima peluang kuliah tersebut.

Saya Mau Bahas Tentang Ngekos

Soal kuliah, kuliah itu identik banget dengan adat ngekos. Hampir semua anak kuliah itu ngekos, kecuali anak sekitaran perguruan tinggi yang cukup dengan pulang-pergi balik ke rumah. Memang, jika dihitung-hitung, uang ngekos itu cukup mahal. Dan naasnya, saya pun terpaska ngekos karena jarak dari rumah ke Unpad itu cukup jauh, butuh waktu 1,5 jam menggunakan motor apabila jalan tidak macet. Kalau jalanan macet, bisa sampai 2,5 jam untuk bisa sampai ke tujuan.

Kenapa bisa dibilang mahal?

Hmm, gini nih kalau uang empet-empetan. Semua biaya yang tidak sesuai dengan anggaran rutinitas pasti dibilang mahal. Dan emang sebenernya bisa dibilang mahal untuk kelas mahasiswa seperti saya.

Untuk keadaaan saya sendiri, harga kos satu tahun yang saya pilih itu sama dengan biaya kuliah satu tahun. Hmm, jadi bisa dibilang, harga pokok untuk bisa berkuliah itu adalah 2x biaya kuliah. Belum uang makan, belum yang lain-lain. Haduh.

Inilah Istana Saya

Untuk empat tahun ke depan, saya bakalan tinggal terpisah dengan keluarga saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya hidup terpisah dengan orang tua, setelah selama belajar dari TK hingga SMA, kamar masih satu atap dengan mereka.

Inilah istana saya, sebuah bangunan yang akan menemani saya selama empat tahun ke depan. Berjuang menimba ilmu di negeri orang. Berjuang untuk menggapai cita-cita.

Apa Saja Isi Istanaku?

Nampaknya saya terlalu berlebihan menyebut ruangan itu sebagai istana. Toh isinya gak ada yang eksklusif. Semua tampak biasa dengan isi ala kadarnya.

Isi dari kosanku ialah karpet, kasur, lemari, rak, meja, kursi, dan dispenser. Hmm, benar kan tidak ada yang istimewa.

Tapi, tak apa, ruangan itu sudah diriku anggap sebagai istanaku. Sebuah bangunan megah yang akan mengantarkanku pada puncak mega cita. Aamiin.

Segala puji bagi Allah. Assalamu’alaikum.wr.wb.


Author: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan "Kang Arsa". Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *