Beribu-ribu orang bahkan berjuta-juta orang saling berkompetisi dalam mencari pekerjaan idamannya. Dimulai dari tamatan SMK, SMA, bahkan Sarjana Perguruan Tinggi. Betapa mirisnya ketika banyak sekali pelamar yang datang, namun perusahaan hanya membutuhkan beberapa orang saja untuk mengisi kekosongan kursi pekerja. Ditambah, jumlah pembuka lapangan pekerjaan di negeri ini masih terlampau sedikit.

Pelamar Pekerjaan | Lisensi gratis dari freepik.com

Hmm, ini yang namanya persaingan mencari makan.

Bulan lalu, ketika saya berbincang-bincang dengan kawan saya, kawan saya sempat memberitahu kepada saya suatu keadaan yang membuat saya harus berjuang dalam berkuliah nanti. Kira-kira begini maksud dari perbincangan saya.

“Broh, serius lo mau kuliah? Gua cuma mau ngingetin lo aja, kuliah yang bener. Soalnya udah banyak nih sarjana gak memuaskan yang pada akhirnya harus bersaing dengan anak SMK.”

Meski secara harfiah perbincangan itu menyudutkan kalangan mahasiswa, namun dalam dunia nyata, keadaan ini justru menyudutkan kalangan lulusan SMK atau SMA.

Loh kok?

Bisa Sahabat pikirkan sendiri deh, kalau saja ada beribu-ribu sarjana masuk mencari pekerjaan di perusahaan, buka membuka lapangan pekerjaan seperti halnya yang diharapkan Pemerintah Indonesia. Sementara lapangan pekerjaan tidak meningkat tajam. Maka, anak lulusan SMK akan berkompetisi secara langsung dengan mereka yang lulus dari Perguruan Tinggi.

Kalau dimasukkan ke dalam praktik nalar, siapa yang menang?

Perlu Bukti Jika Mempunyai Kemampuan

Zaman ini, sudah bukan zamannya janji-janji saja. Karena sudah banyak perusahaan yang menilai, kemampuan dengan bukti ditambah sedikit bumbu janji lebih kuat posisinya dibanding orang yang hanya memberi janji bisa menyukseskan perusahaan.

Coba deh Sahabat bandingkan dua kalimat di bawah ini.

Pertama:

“Pa, saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan bapak. Saya hanya memiliki ijazah SMK. Tapi, dibalik semua itu saya sangat kompeten di bidang pemrograman web. Saya berjanji akan memenuhi segala bentuk pekerjaan yang diberikan kepada saya. Saya pun berjanji tidak akan mengecewakan bapak.”

Kedua:

“Pa, saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan bapak. Berikut saya lampirkan ijazah SMK, beserta sertifikat kepelatihan yang pernah saya ikuti, alhamdulillah saya telah tersertifikasi kompeten dalam bidang pemrograman web oleh perusahaan anu. Insyaallah dengan hasil didikan guru saya di SMK serta hasil menimba ilmu di pelatihan, saya akan memebuhi segala bentuk pekerjaan yang diberikan kepada saya.”

Sahabat, jika kamu membayangkan menjadi kepala perusahaan, maka yang mana yang akan Sahabat pilih menjadi karyawan Sahabat? Yang kedua kan?

Secara umum, semua perusahaan membutuhkan bukti berupa lampiran sertifikasi akan keahlian seseorang. Jangankan perusahaan, untuk mengejar beasiswa ke luar negeri saja, Sahabat tidak bisa berangkat begitu saja dengan kemampuan bahasa Inggris yang hebat. Tapi, sahabat perlu memiliki sertifikat TOEFL ataupun IELTS dengan skor yang mumpuni.

Artinya, sertifikasi keahlian/sertifikat kursus sangatlah penting, terutama untuk kamu yang akan mencari pekerjaan.

Contoh Sertifikat | Lisensi gratis freepik.com

Nilai Tambah Memiliki Sertifikat

Apa pentingnya sertifikat?

Seperti halnya ketika sahabat masuk SMP, SMK ataupun SMA dulu. Ketika Sahabat memiliki sertifikat kejuaraan, Sahabat akan mendapat poin lebih dibanding saingan yang hanya memiliki rapor dan ijazah semata. Sahabat akan lebih diprioritaskan, apalagi jika sekolah sedang membutuhkan siswa dengan kemampuan bidang kejuaraan tersebut.

Dalam mencari pekerjaan, sertifikat kepelatihan ataupun sertifikat kursus menjadi poin tambah tersendiri bagi pemiliknya. Hanya saja, belum banyak yang menyadari akan hal ini. Entah karena apa alasannya.

Di luar semua itu, saya akan memberikan beberapa nilai tambah sertifikat bagi para pekerja dan pencari kerja. Yuk disimak.

Kompetensimu Diakui

Sertifikat sebagai Bukti Kompetensi | Lisensi gratis freepik.com

Dengan adanya sertifikat kompetensi, maka dapat dikatakan bahwa kompetensi yang Sahabat miliki telah tersertifikasi ataupun terbukti secara de jure. Dengan adanya pengakuan terhadap kompetensi yang Sahabat miliki ini, maka dapat dikatakan juga bahwa Sahabat telah sah sebagai seseorang yang kompeten pada bidang tersebut.

So, saat Sahabat melamar pekerjaan pun, Sahabat bisa membuktikan secara faktual bahwa Sahabat memiliki kompetensi dengan lampiran sertifikat.

Bertambahnya Nilai Jual Kompetensi

Nilai Jual Kompetensi Bertambah | Lisensi gratis freepik.com

Hmm, kalau yang ini sih gak usah saya jelasin lagi. Pasti beda lah, bobot penilaian orang kompeten yang memiliki sertifikat dengan yang enggak punya. Apalagi, jika Sahabat memiliki banyak sertifikat kompetensi, udah pasti perusahaan besar bakalan ngelirik.

Menambah Kepercayaan Diri

Lebih Percaya Diri | Lisensi gratis freepik.com

Dengan adanya sertifikat kompetensi/kursus, saya sendiri yakin deh. Sahabat semua secara tidak langsung akan lebih percaya diri ketimbang datang melamar pekerjaan tanpa ada satupun bukti formal yang bisa dibanggakan.

Kesempatan Bekerja Lebih Besar

Kesempatan Bekerja | Lisensi gratis freepik.com

Sama seperti pendahuluan tulisan ini. Tentu, orang kompeten yang memiliki sertifikat akan mendapat prioritas. Tapi, tergantung bagaimana Sahabat bisa membuktikan dan meyakinkan bahwa sertifikasi tesebut valid.

Berpeluang Mendapat Promosi Jabatan

Promosi jabatan? Ingin? Yap, beberapa perusahaan terkadang biasa memberi promosi jabatan terhadap pegawainya yang berhasil bekerja secara kompeten dan sesuai target. Adapun, proses sertifikasi biasanya dilakukan beberapa instansi sebagai salah satu alat ukur kualitas kerja.

Bagaimana Cara Mendapat Sertfikat Kompetensi?

Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa melakukan sertifikasi guna bisa mendapat sertifikat kompetensi. Dari mulai ikut lembaga kursus, ikut sertifikasi dari kementrian, ataupun mendaftar di lembaga sertifikasi.

Untuk di bidang teknologi sendiri (dikarenakan saya anak informatika), ada banyak sekali lembaga yang mengadakan sertifikasi kompetensi, dimulai dari adobe, oracle, maupun microsoft. Tapi, ya begitulah, jika Sahabat langsung ikut tesnya, bakal keblenger alias kaget dengan soal tesnya.

Untuk itu, saya lebih menyarankan Sahabat sebaiknya mengikuti kursus yang menyediakan sertifikasi kompetensi. Dari sana, Sahabat bisa belajar dari nol kompetensi keahlian yang ingin sahabat ikuti.

Dari bidang teknologi sendiri, DumetSchool adalah salah satu lembaga kursus yang menyediakan setifikasi kompetensi (sertifikasi yang diakui oleh Dinas Pendidikan Nasional dan juga sertifikasi Adobe).

Beranda DumetSchool

Nah, itulah nilai tambah bagi Sahabat jika memiliki sertifikat kompetensi/kursus. Yup, mulai dari sekarang sertifikasi kompetensi/keahlianmu!

Semoga bermanfaat.


Author: Muhammad Fadillah Arsa

Panggil saja saya dengan sebutan "Kang Arsa". Seorang mahasiswa yang senang menulis. Karena dengan menulis, setiap ide akan mengalir menumbuhkan benih-benih pejuang baru...

One Reply to “Nilai Tambah Memiliki Sertifikat Kursus saat Mencari Pekerjaan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *