Apakah Kamu Pendiri E-Commerce Selanjutnya?

3Shares

Sudah lima tahun belakangan ini, banyak sekali startup-startup lokal yang bermunculan di Indonesia. Rasanya bangga sekali, melihat siaran-siaran Televisi banyak dipenuhi dengan produk startup hasil karya anak negeri. *Meski ada juga yang jadi anak perusahaan luar, halah.

Kalau dilihat secara sekilas, bisa dibilang produk e-commerce lah yang paling banyak bermunculan saat ini. Lihat saja kemunculan serentak secara spektakuler dari bukalapak, tokopedia, elevenia, olx, hingga traveloka. Semua web tersebut berbasis e-commerce, yang artinya secara konsep umum mereka memanfaatkan web untuk melakukan perdagangan secara elektronik, meski lebih lanjut mereka memiliki konsep bisnis yang berbeda.

Mendirikan E-Commerce Seperti Mereka?

Jujur, kalau saja ada yang bertanya kepada saya:

“Arsa, apa kamu ingin mendirikan e-commerce milik kamu sendiri?”

Sudah pasti saya jawab YES, I WANT. Kenapa? Jika memang saya diberi kesempatan untuk berjuang mendirikan e-commerce hasil karya saya sendiri kenapa tidak?

Toh Sahabat semua pun ingin juga kan? Ayo… Jangan bohong!

Yaelah, siapa yang enggak mau sih bisa napak tilas (menapaki jejak) para pendiri e-commerce ternama tersebut. Bisa turut andil membangun bangsa plus bisa jadi orang kaya, hehehe.

Percayalah, Mereka Telah Berjuang Keras

Banyak orang yang punya harapan bisa sukses mendirikan startup berbasis e-commerce seperti mereka. Tapi sayang, banyak pula yang enggak tau, kalau mendirikan e-commerce itu enggak semudah membalikkan telapak tangan. Percayalah, bahwa mereka telah berjuang keras banting hati dicerca sana sini, sementara kita? Hanya berharap dan berharap startup kita bisa menjadi besar dengan sendirnya… haha, sungguh aneh.

Yuk kita tengok bagaimana perjuangan keras para pendiri e-commerce kita.


1 | WILLIAM TANUWIJAYA (PENDIRI TOKOPEDIA)

William Tanuwijaya | Sumber gambar biografi.id

Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edision. Kehadiran tokopedia tidak lepas dari pengalaman hidup salah satu pendirinya, William yang pernah bekerja di salah satu forum jual beli. Saat itu dirinya melihat banyak nyakomplain dari pengguna yang mengalami penipuan transaksi. Dari situ, William melakukan riset mengenai usaha internet mengapa seakan-akan menjadi ‘sarana’ kriminal. William merasa internet seharusnya menjadi akses berguna untuk mempermudah segalanya, termasuk kegiatan jual-beli.

Timbullah ide cemerlang untuk menghadirkan tempat jual beli online yang aman dan terpercaya.membuat sebuah tempat yang terpercaya. Akhirnya pada pada 6 Februari 2009, ia bersama Leon mendirikan Tokopedia. Dan pada 17 Agustus 2009, e-commerce itu resmi diluncurkan.

Berawal dari Menjaga Warnet

“Saya cuma lulusan pekerja warnet, benar-benar jarang ke kampus, kalau ke kampus pas ujian saja. Belum pernah pengalaman bangun bisnis, track record belum ada, jadi modalnya semangat bambu runcing,” sebut William dalam sebuah kesempatan.

Dianggap Punya Mimpi Ketinggian

“Saya dianggap punya mimpi ketinggian. Apa yang mau saya capai dibilang muluk-muluk,” ujar William Tanuwijaya pada acara Forum Diskusi Investasi di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Meski begitu, pada awal tahun 2017, Tokopedia telah memiliki 40 juta produk dengan 12 juta pengguna. Sementara total transaksi tembus lebih dari Rp 1 triliun per bulan. Apalagi sekarang kembali diguyur duit sangat besar dari Alibaba.

Nasihat untuk Sahabat Semua

“Pertanyaan yang saya sering dapat adalah bagaimana saya bisa bertahan. Ada yang memberi saya nasihat, jangan mimpi muluk-muluk, yang realistis saja. Tapi Bung Karno pernah bilang, bermimpilah setinggi langit sehingga kalau jatuh masih di antara bintang-bintang,” ujar William.

“Public speaking merupakan ketakutan terbesar saya. Namun, saya tidak pernah menyerah untuk menaklukan ketakutan terbesar saya. Hal itulah yang saya terapkan dalam merintis Tokopedia. Nama besar Tokopedia di hari ini tentu saja berkat perjuangan serta kegigihan saya beberapa tahun lalu. Terlepas dari kegagalan Anda di hari ini, jangan pernah berhenti mencoba keesokan harinya,” ungkap William belum lama ini.

*Sumber detik.com dengan beberapa perubahan


2 | ARIA RAJASA (PENDIRI GANTIBAJU.COM DAN TEES.CO.ID)

Kisah Sukses Aria Rajasa Pendiri Tees.co.id 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Aria Rajasa | Sumber gambar finansialku.com

Aria Rajasa Masna merupakan lulusan Teknologi Informatika Universitas Indonesia. Kesenangannya dalam menggambar dan desain membawanya menjadi entrepreneur saat dia kuliah dengan mencari pekerjaan sambilan di bidang desain grafis. Singkat cerita Aria jadi terjun dan fokus pada web design.

Menurutnya membangun bisnis dari nol bukanlah pekerjaan yang mudah. Perlu  banyak waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk mengerjakan semuanya. Pada saat awal Aria mendirikan usahanya, dia bekerja lebih dari 8 jam dan seringkali tidak kenal waktu.

Bisnis GantiBaju.com

Nama Aria Rajasa Masna mulai dikenal sejak ia mempelopori bisnis baju di Indonesia dengan sistem crowdsourcing pada tahun 2009.

Inovasi bisnis yang dilakukannya telah meraih banyak pernghargaanan, seperti Best Startup di Indonesia pada saat SparxUp Award 2010, Best Business dari Swa tahun 2011, penghargaan The Marketeers Top 100 Most Influencial Youth, Women, Netizen 2011 dan International Young Creative tahun 2012 dari International Young Creative Entrerpeneur.

Bisnis Tees.co.id

Sukses dengan GantiBaju.com, Aria bersama kedua rekannya Gary Lilardi dan Bima Satrya Tama mendirikan Tees.co.id. Tees.co.id adalah on-demand merchandise marketplace yang memberikan kemudahan pembeli untuk memesanmerchandise sesuai dengan desain yang mereka miliki alias custom. Ada banyakmerchandise yang dapat dibuat melalui Tees.co.id, seperti kaos, jaket, canvas print,casing handphone dan lainnya.

*Sumber finansialku.com dengan beberapa perubahan


3 | ACHMAD ZAKY (PENDIRI BUKALAPAK.COM)

Kisah Sukses Achmad Zaky pendiri BukaLapak.com - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Achmad Zaky | Sumber gambar finansialku.com

Kesuksesan yang diraih pendiriBukalapak, Achmad Zaky tidak datang dengan sendirinya. Ada beberapa hal yang telah mengubah hidupnya.

Masuk ITB

“Saya berasal dari kampung di pinggir Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Saya bukanlah anak paling pintar di kampung tersebut. Orangtua saya juga bukan paling kaya, keduanya guru mengajar di SMP sekitar rumah. Tapi saya beruntung mereka memikirkan saya, mendidik saya, dan menabung agar saya bisa kuliah di universitas terbaik. Inilah keberuntungan pertama saya dalam hidup. Dan saya kira adik-adik semuanya yang sudah kuliah di salah satu universitas terbaik, sudah jauh lebih beruntung dari saya. Kita harus bersyukur karena ini. Manfaatkanlah keberuntungan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Zaky.

Dari Organisasi

“Dari KM ITB saya belajar berpikir kritis (kadang sering demo). Dari himpunan saya belajar kekompakan. Dari Menwa saya belajar kedisiplinan dan ketahanan. Dari ARC saya belajar bagaimana ngoprek dan memecahkan suatu masalah,” ungkap Zaky.

Senang dengan Software

Zaky pernah dikontak oleh sebuah stasiun televisi untuk membuat sebuah software quick count pemilu. Zaky pun meyakini bisa melakukanya dan menerima tawaran tersebut.

“Mereka bertanya berapa biayanya? Saya jawab 1,5 juta. Hitung-hitungan saya, uang tersebut cukup untuk 6 bulan hidup, toh cuma 7 hari pengerjaannya. Pasti untung, wong tidak ada biaya,” kata Zaky.

Namun belakangan ia baru mengetahui nilai proyeknya ratusan juta. Untungnya ia tidak menyesal karena setelahnya ia yang masih kuliah tingkat 3 waktu itu, mendapatkan kepercayaan dari stasiun TV nasional untuk project selanjutnya, yang tentu nilainya kini berbeda dari sebelumnya.

“Saya naikkan 10x lipat dan mereka masih mau! Kesenangan inilah yang menjadi momen penting dan jatuh cintanya saya pada dunia software,” ucap Zaky.

Mendirikan Bulalapak

Setelah lulus, Zaky sejenak pulang kampung. Ia mengamati banyak sekali tetangga di kampung yang memiliki usaha kecil, tapi pendapatannya masih sama dengan belasan tahun sebelumnya, padahal ada inflasi. lnilah yang menjadi inspirasi awal pembuatan software lanjutannya, supaya software tersebut bisa membuka kesempatan bagi usaha-usaha kecil untuk melebarkan sayap dan berkembang lebih besar lagi.

“Perjalanan baru pun dimulai. Saya mencari nama dan domain. Dari ratusan nama yang saya daftar, terpilihlah Bukalapak. Selain harganya murah 90 ribu, nama ini menggambarkan misi software ini, bahwa siapapun bisa semudah menggelar tikar atau lapak dengan software. Siapapun bisa berbisnis dan menjadi besar lewat Internet,” ungkapnya.

Masalah Besar

Tetapi ada satu masalah besar, bisnis Internet saat itu memang belum matang, pasarnya juga masih kecil. Uang pribadinya habis untuk menghidupi Bukalapak. Zaky mencoba cari investor, tidak ada yang tertarik. Sementara orang tua dan mungkin calon mertua sudah mulai bertanya di mana tempat ia bekerja.

“Pertanyaan sakral ini menghantui kami terus, selain kenyataan bahwa kas kami sudah nol. Xinuc pun pernah memiliki ide bagaimana kalau kita sudahi saja. Tapi sekali lagi kami tidak menyerah, saya selalu ingatkan diri dan Xinuc juga pada Tujuan Akhir,” ungkapnya.

Tak diduga-duga, pertumbuhan Bukalapak pun lebih cepat setelah itu. Internet di tahun 2012 menjadi bisnis yang sudah mulai menarik dan terus berlanjut. Per hari Bukalapak memiliki 1,8 juta UKM dan juga memproses 1 triliun-an transaksi setiap bulannya.

*Sumber wartaekonomi.co.id dengan beberapa perubahan


Kamu Selanjutnya?

Sukses itu hak semua orang. Bener ga? Sukses juga wajib dikejar semua orang. Bener ga? Para pendiri e-commerce di atas telah memulai sukses lebih dulu. Meski begitu, bukan dikata kita tidak bisa menyusul mereka untuk sukses. Toh masih banyak konsep e-commerce yang bisa kita kembangkan.

Kamukah selanjutnya?

Jangan takut untuk berinovasi dan mencari ide, karena dalam pembuatan e-commerce, idelah yang menentukan segalanya. Sedangkan teknis pembuatannya sendiri, sudah banyak tempat kursus web programming salah satunya adalah Dumet School. Di sana, kamu akan digodok selama 2 bulan untuk bisa membuat e-commerce dari nol.

Maka, mari berinovasi bung!

Referensi

3Shares

Muhammad Fadillah Arsa

Kreator Konten Daring dan Programmer. Bloger Bandung. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Padjadjaran. Selengkapnya di www.fadillaharsa.id

Mungkin Anda juga menyukai