Pertamina dan Kita, Bersama Wujudkan Generasi Langit Biru

3Shares

Salam sehat Sahabatku! Semoga saat ini Sahabat semua masih diberikan nikmat tersenyum senang dan sehat jasmani rohani. Gak lagi galau karena masih bisa main bareng temen dan gak lagi stress karena nilai sekolah baik-baik aja. Aamiin.

Sahabat semua punya kampung halaman? Gimana sih rasanya berkunjung ke kampung halaman? Hmm, saya sendiri sangat senang kalau di ajak ayah dan ibu berkunjung ke rumah kakek dan nenek di kampung halaman. Karena di kampung sana, alam dan lingkungan masih terawat dan terjaga. Berbeda dengan kondisi lingkungan rumahku yang berlokasi di perkotaan, udara sumpek abis karena terlalu banyak kendaraan bermotor dan banyaknya pelanggaran sistem penyaring udara oleh pabrik-pabrik semi-modern.

Saya mau tanya nih, Sahabat semua mau gak bisa punya lingkungan dengan udara yang bersih tanpa polusi? Bisa ngeliat langit seperti sedia kala, masih berwarna biru.

Apa jangan-jangan Sahabat semua lupa kalau dulu kita pernah merasakan nikmatnya hidup jarang polusi udara? Coba inget-inget lagi deh gimana langit saat kita kecil dulu. Langit yang selalu kita gambarkan berwarna biru setiap kali kita menggambar pemandangan.

Sumber gambar: youtube.com melalui Google Gambar

Sudahlah, semua sudah berlalu, sekarang langit hitam pekat akibat mulai merebaknya industri di desa maupun kota.


Masih Adakah yang Berharap?


Memang semua telah berlalu, salah kalau kita katakan daerah Indonesia masih asri dan lestari. Karena sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan lingkungan yang masih hijau asri. Kalau dapat pun, itu pun tidak luas dan tidak ada di semua tempat. Setuju?

Tapi, yang ingin saya tanyakan di sini, adakah di antara Sahabat yang masih berharap bisa kembali membalikkan keadaan seperti sedia kala?

Aduh penasaran banget nih saya, takutnya malah gak ada yang berharap. Wkwkw, penasaran aja.

***

Dari rasa penasaran itu saya sedikit membuka niat untuk menyurvei beberapa kawan saya. Penasaran dengan hasilnya, yuk kita liat.

***

Hmm, salut deh, ternyata masih banyak orang yang punya keinginan untuk bisa melihat lingkungan menjadi asri kembali.


Generasi Langit Biru, Generasi Masa Depan


Tau engga, apa itu Generasi Langit biru?

Generasi langit biru atau #GenLangitBiru adalah generasi millennial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan yang lebih baik. Generasi langit biru memiliki cita-cita mengembalikan lingkungan Indonesia menjadi lingkungan yang sehat untuk ditinggali seperti sedia kala. Kala manusia masih menjadi meganthropus paleojavanicus. Wuih!!!

Di zaman modern seperti ini, pastinya keberadaan generasi langit biru ini sangat dibutuhkan, mengingat masalah kompleks saat ini enggak cuma ada dalam bidang ekonomi, politik, atau sosial, tapi udah masuk ke bidang lingkungan.

Bahkan masalah lingkungan sudah masuk ke dalam Sustainable Development Goals/ Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang digagas oleh ratusan negara.

https://sustainabledevelopment.un.org/sdgs

Kalau temen-temen semua memang benar punya harapan bisa mengembalikan kualitas udara negeri ini seperti sedia kala, maka sudah seharusnya sahabat memosisikan diri sebagai bagian dari #GenLangitBiru. Saya mengajak, mari kita berjuang mewujudkan harapan itu!


Perusak Langit Kita


Setiap masalah pasti ada penyebabnya. Langit kita berubah menjadi kelabu dengan cepat dalam 2 dekade terakhir tentu ada penyebabnya. Toh gak mungkin langit yang mulanya segar dan cerah tiba-tiba kelabu tanpa sebab. Kalaupun karena masalah alami pun itu merupakan sebab.

Terus apa yang membuat langit kita menjadi kelabu dan gak indah seperti dulu?

Dialah perusak langi kita. POLUSI! Polusi udara adalah penyebab utamanya.

Hmm, apa yang menyebabkan polusi di Indonesia begitu hebatnya?

Dilansir dari vice.com, sindonews.com, bbc, dan lingkunganhidup.co, secara umum polusi di Indonesia diakibatkan oleh kebakaran hutan dan maraknya kendaraan bermotor.

“Penyebab pencemaran udara di Indonesia sekitar lebih dari 70% merupakan hasil emisi kendaraan bermotor.”

Lingkunganhidup.co


Ketika #GenLangitBiru Memperjuangkannya


Bicara soal harapan kembali birunya langit kita, sudah pasti semua orang punya harapan dan punya mimpi langit kita bisa menjadi biru kembali. Tapi, apakah semua orang memperjuangkannya?

Gak semua orang punya kualitas harapan yang sama, gak semua orang punya keprihatinan yang sama. Pasti ada di antara kita yang bersifat apatis enggak mau ambil pusing. Setuju?

Meski begitu, setidaknya sebagian anak-anak yang masih ingusan, pelajar, mahasiswa, pekerja, guru, insinyur, pengusaha, hingga sebagian golongan masyarakat berjuang dan menjadi bagian #GenerasiLangitBiru. Mungkin hal yang mudah untuk bisa menjadikan langit kita biru kembali.

Lantas, apa yang mesti kita lakukan? (*baca di akhir tulisan)


Gerakan Masif Langit Biru Pertamina


Melihat besarnya polutan hasil emisi gas buang kendaraan. Pertamina sebagai garda negara di bidang perminyakan telah merealisasikan proyek besar pembangunan kilang minyak terbesar se-Asia Tenggara yang bernama Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) bertempat di Pertamina Refeneri Unit (RU) IV Cilacap Jawa Tengah.

Dengan berdirinya kilang tersebut merupakan maka produksi pertamax dalam negeri akan meningkat melalui peningkatan kualitas bahan bakar Premium (RON 88) menuju Pertamax (RON 92).

Pastinya hal ini ditujukan untuk mewujudkan tercukupinya bahan bakar minyak yang ramah lingkungan.


Gerakan Masif #GenLangitBiru


Jangan mau kalah sama Pertamina sebagai pencanang gerakan #GenLangitBiru. Kita sebagai generasi millennials yang berilmu, tentu harus terpicu oleh gerakan masif mereka. Kita pun harus turut bergerak mengubah keadaan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Berikut saya tampilkan beberapa cara pergerakan #GenLangitBiru. Dan pastinya harus Sahabat semua lakukan ya.

  1. Bertekad Menjaga Bumi dan Melestarikan Lingkungan
  2. Menanam Pohon di Lingkungan Sekitar
  3. Membantu Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
  4. Mengampanyekan Gerakan #GenLangitBiru

Saya cukupkan sekian tulisan ini, semoga bermanfaat.

Catatan

Jumlah karakter tulisan : 5816 karakter (termasuk spasi).

Beberapa gambar fitur pada tulisan ini dibuat menggunakan lisensi gratis freepik.com.

Referensi

3Shares

Muhammad Fadillah Arsa

Kreator Konten Daring dan Programmer. Bloger Bandung. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Padjadjaran. Selengkapnya di www.fadillaharsa.id

Mungkin Anda juga menyukai